Gizi Buruk, Masa Lalu yang Harus Ditinggalkan

28 Februari 2017

Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor negara yang sangat mendasar untuk bisa berkompetisi dengan negara lain. Permasalahan gizi buruk menjadi salah satu faktor penghambat yang seharusnya dapat diselesaikan dan dicegah.

'Bagaimana kita mau bersaing, mau berkompetisi dengan negara lain. Ini persoalan yang bisa diseleseaikan. Ini (gizi buruk) masa lalu kita yang harus kita tinggalkan,' kata Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya pada Rakerkesnas 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta (28/2).

Agar dapat berkompetisi dengan negara lain yang serba terbuka, diperlukan indikator yang salah satunya soal kesehatan. Presiden mengimbau kepada Pemerintah terutama yang bekerja di bidang kesehatan agar melakukan upaya promotif preventif.

'Kalau ada satu masalah gizi buruk, dua atau tiga orang harus segera diselesaikan. Ini yang harus kita luruskan,' tambahnya.

Menjadi negara yang mampu bersaing untuk masuk ke dalam 45 negara dengan PDB terbesar, harus mampu menyelesaikan persoalan dan beban secepatnya. Tidak ada lagi anak yang kekurangan gizi dan hidup dalam kemiskinan di negara berpendapatan menengah.

'Tapi kalau ini masih menjadi masalah. Lupakan itu. Apalagi kalau jumlah masalahnya banyak, tidak ada lagi anak yang pantas meninggal yang sebenarya dapat dicegah. Inilah yang harus diselesaikan apabila kita ingin masuk ke 45 negara dengan PDB terbesar,' kata Presiden.

Karena itu, peran Puskesmas diperlukan dalam mengarahkan masyarakat kepada gerakan pencegahan terhadap munculnya berbagai penyakit. Artinya mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan kebiasaan berolahraga dan perbanyak makan makanan bergizi secara seimbang.

'Jangan sampai bangga kalau Puskesmas atau rumah sakit itu penuh dengan pasien. Semakin banyak orang sakit masuk ke Puskesmas atau RS, artinya kita gagal,' tambahnya.

Yang benar itu, harus membuat masyarakat sehat dan kembalikan lagi kepada pola hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, hingga lingkungan sanitasi air bersih. Untuk mewujudkannya harus diawali dari diri sendiri.

'Kalo setiap induvidu dari kita bisa melakukanya. Dalam diri kita akan terasa bahwa kita telah melakukan sesuatu yang baik dalam hal ini,' imbuhnya.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

Fungsional Adminkes

Leaflet dapat di download di SILAHKAN SOROT…

Responsive image

Fungsional Analis Kebijakan

Leaflet Jabatan Fungsional Analis Kebijakan dapat…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 27 JULI 2020…

UPDATE DATA CORONA 27 JULI 2020 DI INDONESIA…

Responsive image

Presiden: Jadikan Penanganan Covid-19…

Pemerintah berupaya keras untuk mencapai eliminasi…

Responsive image

Presiden Jokowi Bentuk Satu Tim…

Presiden Joko Widodo membentuk dan menugaskan satu…