Nyamuk, Hewan Kecil tapi Bisa Membahayakan Bahkan Sebabkan Kematian

 2 Agustus 2017

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), dalam sambutannya pada kegiatan peringatan Asean Dengue Day ke-7 tahun 2017 di SDN Baru 07 Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, mengajak enam orang siswa SD untuk berdialog mengenai nyamuk. Pada kesempatan tersebut, Menkes mengingatkan bahwa nyamuk merupakan binatang kecil namun memiliki potensi untuk menyebarkan penyakit, salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus Dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

''Nyamuk itu kecil, mengisap darah juga hanya sedikit, tapi saat mengisap itulah virus masuk ke dalam tubuh dan bisa membuat kita menjadi demam'', tutur Menkes, Selasa pagi (2/2).

Selain itu, karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air yang jernih dan tergenang, karena itu, kita harus berusaha keras agar jangan sampai ada air yang tergenang di lingkungan tempat tinggal kita.

''Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal kita, baik itu di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah'', imbau Menkes.

Demam Berdarah Dengue bisa dicegah, meski belum bisa sepenuhnya diberantas. Hingga saat ini, prioritas pemerintah dalam pencegahan DBD masih penguatan upaya pengendalian vektor melalui peran serta masyarakat.

Menkes mengharapkan tiap-tiap keluarga memiliki rasa kepedulian dan tanggung jawab menjaga lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, serta melindungi anggota keluarganya dari sumber-sumber penularan penyakit DBD. Diantaranya dengan cara melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni 3 M Plus secara rutin dan terus-menerus

PSN 3M Plus

Program PSN 3MPlus, yaitu: 1) Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain 2) Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan 3) Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Ditambah dengan bentuk kegiatan pencegahan lain, seperti : Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; Menggunakan kelambu saat tidur; Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; Menggunakan Lavitrap, serta Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Disamping tatanan rumah tangga, dalam upaya menurunkan angka kesakitan DBD, PSN 3M Plus sebaiknya dilakukan juga di tatanan masyarakat lainnya seperti perkantoran, sekolah, tempat ibadah, tempat wisata, pelabuhan dan bandar udara serta tempat-tempat umum lainnya.

Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Keberhasilan pencegahan DBD sangat ditentukan oleh dukungan seluruh masyarakat. Karena itu, pada kesempatan yang baik ini, masyarakat diimbau untuk bersama-sama mensukseskan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik atau juru pemantau jentik.

Gerakan ini merupakan strategi peningkatan pemberdayaan dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dan penyakit arbovirosis lainnya melalui metode pendekatan keluarga.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

 
Tags: Kegiatan Kementerian Kesehatan, Kesehatan,
Responsive image
Responsive image

5 Prioritas Bidang Kesehatan dalam…

Tema kesehatan menjadi satu dari tiga tema besar…

Responsive image

Rancangan Strategis Kemenkes 2020-2024

Pertemuan Penguatan Program Kesehatan Pusat dan…

Responsive image

Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah…

Direktur Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan…

Responsive image

Kemenkes Optimalkan PSN Cegah…

Memperingati Asean Dangue Day (ADD) 2017 15…

Responsive image

Pelantikan Jabatan Struktural…

20 Januari 2016   KEPUTUSAN…

Responsive image

Fungsional Adminkes

Leaflet dapat di download di SILAHKAN SOROT…

Responsive image

Fungsional Analis Kebijakan

Leaflet Jabatan Fungsional Analis Kebijakan dapat…

Responsive image

UPDATE DATA CORONA 27 JULI 2020…

UPDATE DATA CORONA 27 JULI 2020 DI INDONESIA…

Responsive image

Presiden: Jadikan Penanganan Covid-19…

Pemerintah berupaya keras untuk mencapai eliminasi…

Responsive image

Presiden Jokowi Bentuk Satu Tim…

Presiden Joko Widodo membentuk dan menugaskan satu…